Banner
wikipedia Indonesia
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Seberapa Pentingkah Peran Website Sekolah bagi Anda?
Sangat Penting
Penting
Tidak Penting
Ragu-Ragu
Tidak Tahu
  Lihat
Statistik

Total Hits : 364907
Pengunjung : 106824
Hari ini : 41
Hits hari ini : 63
Member Online : 53
IP : 54.147.40.153
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

masrurinwd    smart_aal
Agenda
17 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

UNBK atau UNKP 2017, Mana yang Mau Dipilih?

Tanggal : 03-05-2017 11:27, dibaca 206 kali.

Ujian Nasional (UN), sejak pertama diberlakukan sampai sekarang belum lepas dari kontroversi. Ada pihak yang mendukung terhadap pelaksanaan UN, tapi tidak sedikit pihak yang menyayangkan atas diberlakukannya UN dan meghendaki UN sebaiknya ditiadakan. Walau demikian, pemerintah tetap pada keputusan untuk melaksanakan UN sebagai salah satu standar kelulusan.

Penyelenggaraan UN tahun pelajaran 2016/2017 dijadwalkan bulan April hingga Mei mendatang. Rinciannya adalah untuk SMK pada 3-6 April 2017, dan untuk SMA/MA pada 10-13 April 2017. UN untuk SMP/MTs direncanakan dalam dua gelombang: yang pertama dijadwalkan pada 2, 3, 4, dan 15 Mei, sedangkan untuk gelombang kedua dijadwalkan pada 8, 9, 10, dan 16 Mei.

Tahun lalu, pelaksanaan UN dilaksanakan dalam dua model yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Sekolah dengan fasilitas komputer memadai dijadikan sebagai percontohan pelaksanaan ujian berbasis komputer. Paling tidak di setiap kabupaten ada satu sekolah yang ditunjuk.

Sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan UNBK adalah sekolah dengan daya dukung jumlah komputer sebanyak sepertiga dari jumlah siswa yang mengikuti UNBK. Pada tahun ajaran 2016/2017 ini, pelaksanaan UNBK kembali dilanjutkan dengan tetap mengadakan UNKP. Sekolah yang ditunjuk untuk mengikuti UNBK bertambah banyak. Syarat ketersediaan komputer sebanyak sepertiga dari jumlah siswa yang mengikuti ujian tidak lagi menjadi kendala. Bila sekolah sudah ditunjuk melaksanakan UNBK sedangkan jumlah komputer belum mencukupi sekolah tersebut diperbolehkan menggabung atau menginduk pada sekolah lain yang memiliki jumlah komputer mencukupi. Bila sekolah ingin menginduk, yang paling logis dilaksanakan adalah menginduk di SMA/SMK karena ujian nasionalnya sudah selesai dan komputernya bisa dipakai.

Bagaimanapun sekolah perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan mengikuti UNBK atau tidak, diantaranya ketersediaan unit komputer dalam jumlah yang memadai sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, ketersediaan server sesuai dengan spesifikasi pelaksanaan UNBK, kecukupan dan stabilitas jaringan listrik, ketersediaan bandwith yang melayani semua unit komputer yang akan dipakai, dan lain-lain.

Pertimbangan ini mutlak diperlukan untuk menentukan kesanggupan sekolah dalam melaksanakan UNBK. Bila dalam pertimbangannya sekolah memutuskan tidak mampu melaksanakan UNBK di sekolah sendiri tetapi masih tetap ingin melaksanakan UNBK dengan cara menginduk ke sekolah lain maka beberapa pertimbangan yang diperlukan diantaranya: kemudahan akses transportasi bagi siswa, kemampuan adaptasi setiap siswa, ketersediaan komputer di sekolah yang akan diinduki karena mungkin berbarengan dengan sekolah lain yang juga ingin menginduk, pengaturan siswa yang ikut UNBK di sekolah dan yang menginduk, ketersediaan guru dalam pengawasan dan pembimbingan siswa, dan lain-lain.
Permasalahan lain dalam mempersiapkan UNBK adalah kemampuan siswa dalam mengoperasikan komputer. Siswa harus terbiasa dengan mengoperasikan komputer khususnya dalam mengerjakan soal-soal UNBK. Butuh waktu latihan yang berulang-ulang agar siswa menjadi lancar. Jangan sampai terjadi siswa tidak bisa mendapatkan prestasi terbaik karena kurang lancar dalam mengoperasikan komputer. Dengan demikian persiapan sekolah menjadi bertambah dari penyiapan siswa untuk memahami materi UN sekaligus juga penyiapan siswa untuk mengoperasikan komputer.

UNKP adalah ujian nasional berbasis kertas dan pensil. Ujian model ini sangat sederhana dan mudah dilaksanakan. Sekolah hanya menyediakan tempat (ruang) dilengkapi dengan meja dan kursi sejumlah siswa yang mengikuti ujian. Begitu sederhananya ujian model ini sehingga semua sekolah bisa menyelenggarakannya bahkan sekolah dengan tingkat akreditasi terendah sekalipun. Dari sisi sekolah pembiayaan yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak karena hanya untuk biaya pengawasan saja. Mudah-mudahan siswa kita berhasil dalam UNBK ataupun UNKP.*

 



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas