Banner
wikipedia Indonesia
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Seberapa Pentingkah Peran Website Sekolah bagi Anda?
Sangat Penting
Penting
Tidak Penting
Ragu-Ragu
Tidak Tahu
  Lihat
Statistik

Total Hits : 359271
Pengunjung : 104919
Hari ini : 13
Hits hari ini : 20
Member Online : 53
IP : 54.162.166.214
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

masrurinwd    smart_aal
Agenda
18 November 2017
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9

MAN Cilacap Bersolek Menuju Adiwiyata Nasional

Tanggal : 08/17/2017, 05:41:26, dibaca 121 kali.

CILACAP- Hampir tiga tahun MAN Cilacap mencanangkan program madrasah Adiwiyata. Jerih payah dari kesungguhan program ini dengan terus melakukan pembenahan-pembenahan yang menjadikan madrsah yang nyaman, asri dan ramah lingkungan. Bukti dari kerja keras ini MAN Cilacap pada tahun 2016 dianugerahi sebagai Madrasah Adiwiyata oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

                Untuk meningkatkan kualitas Adiwiyata, madrasah juga melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti Badan Lingkungan Hidup(BLH) Kabupaten Cilacap sebagai mitra pembina dan PLTU Karangkandri, Cilacap.

                Bentuk kerja sama dengan PLTU Cilacap yaitu didatangkan mesin pengolah sampah di MAN Cilacap sebagai alat untuk mendaur ulang atau menggunakan kembali material-material yang memungkinkan. Sedangkan dari pihak BLH sebagai mitra pembina, madrsah terlibat aktif ikut melakukan reboisasi di pulau Nusakambangan oleh Tim Pencinta Alam MAN Cilacap(Mancapala).

                Sebagai bentuk tanggung jawab yang berkesinambungan, tahun ini dicanangkan sebagai madrasah dengan mengembangkan budidaya  buah naga. Untuk merealisasikan gagasan, madrsah telah menanamnya disekitar kelas. Buah tersebut nantinya menjadi perhatian untuk dikaji dan dikembangkan menjadi produk unggulan seperti misalnya sebagai pewarna alami pada makanan, semir sepatu atau es krim.

                Selain itu untuk menambah asri madrasah mengadakan lomba mempercantik taman pada masing-masing kelas dengan memperbaharui jenis tanaman dan variasi menanam. Seperti ditanam menggantung dengan menggunakan batok kelapa sebagai pot atau menggunakan bekas botol mineral.

                Setiap seminggu sekali juga ada petugas yang mengambil sampah-sampah daur ulang untuk bisa dipilah dan digunakan lagi seperti untuk membuat pot tanaman gantung. Petugas ini terbentuk dari perwakilan organisasi ektrakurikuler dan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) yang terdiri dua orang perwakilan.

                Untuk menampung air hujan agar tidak terbuang lewat drainase, madrasah juga membuat biopori-biopori yang berjarak lima meter antar lubangnya.

                Genteng-genteng yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan sebagai kolam ikan, menggabungkan plastik polybag yang ditata  sedemikian rupa untuk membuat kotak 3 x 6 x 0,75 m.

                “Menurut saya Adiwiyata adalah proram yang bagus karena siswa menjadi peduli sampah dan bila tidak ada program ini taman-taman tidak terawat dengan baik”, kata Burhanuddin Kusuma, Wakil Ketua OSIM MAN Cilacap.

                “Untuk menanamkan kesadaran, Kami selalu mengingatkan tentang Adiwiyata setelah asma’ul husna di awal pelajaran. Membudayakan slogan “Lestari Alamaku, Berseri Madrasahku” disetiap kesempatan misalkan pada pengarahan umum di aula seperti stadium general. Guru dan seluruh komponen juga dilibatkan dalam mensukseskan Adiwiyata ini!”, tutur Priyo Wahyuono selaku Waka Sarpras yang bertanggung jawab dalam program ini.

                “ Menghijaukan madrasah tak akan berhasil tanpa kesadaran dari semua pihak, oleh karena itu perilaku ini menjadi karakter semua manusia baik murid, guru, tenaga kependidikan dan seluruh komponennya!”, pungkasnya.(Agus S.)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas